Rabu, 31 Desember 2014

Press Realese Luar Kampus : Gebyar Tahun Baru 2015 Ala PCC

Rabu, 31 Desember 2014 acara Gebyar Akhir Tahun yang diadakan di Ponorogo City Center (PCC) telah berhasil digelar. Hal ini bukan menjadi kali pertama PCC mengadakan hiburan musik, sexy dancer dan Great Sale. Pada kesempatan sebelumnya PCC juga telah berhasil menarik minat pengunjung melalui acara yang sejenis yaitu HipHop Hero dalam rangka perayaan Hari Pahlawan 10 November 2014.
Ponorogo City Center merupakan Mall pertama yang ada di Ponorogo, tepatnya berada di Jl. Ir Juanda No. 19-21 Tonatan. Mall berisi 3 lantai ini menyediakan suguhan toko-toko perbelanjaan yang tak kalah menarik dengan Mall lainnya. Adapun beberapa diantaranya 3Second, Lotus, Trixie, Electronic Center, Cinemaxx, Mokko Donut and Coffe, Es Teller 77, Game Zone, dan masih banyak lagi.
Dengan menawarkan diskon up to 70%, beberapa brand pakaian tersebut mampu menarik antusias pengunjung untuk membeli apalagi ditambah dengan adanya merchandise yang disediakan oleh pihak manajemen PCC. Ketentuan menyerahkan struk belanja minimal sebesar Rp 200.000 itu juga dilakukan pengunjung untuk mendapatkan merchandise menarik berupa Goodie Bag yang berisi kebutuhan rumah tangga.
Gebyar Akhir Tahun ini digelar dalam rangka Perayaan Tahun Baru 2015 dan cuci gudang masing-masing brand perbelanjaan yang ada. Penampilan menarik grup band lokal Ponorogo seperti Poliphonic, Romantic, Disc Jokey (DJ) dan Komunitas Reyogland HipHop Assosiation (RLH2A) mampu menjadi tontonan hiburan para pengunjung yang lalu lalang di dalam PCC. Tak hanya itu saja, adapun penampilan Sexy Dancer yang juga turut memeriahkan acara tersebut.
Penampilan hiburan musik ini digelar pada pukul 18.00-00.00 WIB yang bertempat di Lantai 1 Ponorogo City Center. Uniknya tak hanya hiburan musik yang disuguhkan, pihak manajemen PCC juga membagikan Trompet kepada pengunjung yang hadir sebagai simbol perayaan Tahun Baru 2015. Puncak acara ini digelar pada pukul 23.30 dengan mengumpulkan beberapa perwakilan dari manajemen masing-masing toko untuk naik keatas panggung dan semua pengunjung yang ada diharapkan untuk meniup trompet bersama-sama tanda Tahun Baru akan segera datang. Penutupan Acara Gebyar Akhir Tahun ini dimeriahkan oleh penampilan musik DJ oleh DJ Scape dan DJ Muhaeim yang menggetarkan Lantai 1 PCC malam itu dengan hentakkan musik yang memukau.

Selasa, 30 Desember 2014

Resensi Buku (Novel Legendaris) : Hujan Kepagian

Pelajaran dari Sang Pejuang

Judul buku      : Hujan Kepagian
Pengarang       : Nugroho Notosusanto
Penerbit           : Balai Pustaka
Kota penerbi  : Jakarta
Tahun terbit   : 2004
Tebal buku     : 60 halaman


Hasil sebuah pemikiran dan keterlibatan langsung dalam perjuangan kemerdekaan  yang tertulis dengan gambaran lebih manusiawi. Cerita yang singkat namun kelak sangat membangun suasana haru biru para khalayak sampai denyut nadi yang paling dalam, yang terurai jelas ketika seorang sedia mengupas bagian-bagian kutipan yang terangkai apik. Bukti jelas yang telah dilalui beliau, sastrawan fenomenal berkelahiran Rembang, 15 Juni 1931.

Seorang pejuang negeri Prof. Dr. Nugroho Notosusanto mampu mengurai sudut -  sudut peristiwa pengorbanan dibalik teka – teki sang pembuat nasib yang amat naas, yang pernah beliau alami. Namun dalam ujian yang sangat berat beliau mampu mengangkat derajat dan martabat hidupnya dari sebuah perjuangan hidup dan mati.

Nugroho Notosusanto adalah pribadi yang teguh. Beliau lulusan dari beberapa fakultas yang cukup memikat ribuan pasang mata, yang setaip kali menghasilkan manusia yang berintelektual tinggi, pribadi yang sejati, serta pahlawan bangsa yang dapat menjadi panutan hidup seperti beliau.

Dalam karangannya “Hujan Kepagian” Nugroho mampu memperkuat suatu bukti nyata atas tindakan dalam peristiwa yang pernah dilaluinya. Pengarang yang memperjuangkan harga mati hidupnya dalam sebuah insiden kemerdekaan. Pengorbanan menderunya saat menjadi salah satu tentara veteran patut diacungi jempol.

Beberapa karya tulisnya  yang berupa buku, brosur, dan artikel ilmiah tidak kurang dari 40 judul dan 22 judul ilmiah yang popular dikalangannya. Beberapa dari karangan pendek karya sastrawan handal ini bahkan diterjemahkan ke dalam bahasa inggris, prancis, dan jerman. Beberapa bukti nyata inilah yang telah membawanya ke tangga kesuksesan.

Karangan yang bertajuk perjuangan ini sangat mengandung nilai – nilai moral bangsa. Perjuangan pahlawan Revolusi pada masanya adalah topic panas yang diangkat dan dijadikan sasaran utama tulisan – tulisannya. Hujan Kepagian yang mengandung kesaksian kisah -  kisah revolusi yang mencakup seluruh kejadian tragis sang pengarang.

Pengarang yang menggambarkan dirinya dengan tokoh Nug dalam cerita ini meliki sifat yang teguh. Dalam sekilas karyanya “Senyum” Nug dijelaskan sebagai mantan pejuang yang singgah disuatu peradaban kecil yang menurutnya masih seperti 5 tahun yang lalu. Ketika dirinya bersama tentara-tentara yang lain berjuang keras atas tugas yang begitu berat. Disitulah Nug mengenang segala perjuangannya dengan salah satu sahabatnya Jon yang gugur dalam insiden naas itu. Masih seperti 5 tahun yang lalu pikirnya, segera ia berjalan mengikuti jalan setapak, dihampirinya makam sahabatnya Jon. Nug bersama tentara yang lain begitu heran dengan jasad Jon saat itu yang tersenyum dalam keadaan tubuhnya yang hancur. Apakah yang ada dipikirannya saat itu ? Nug yang mulai bertanya-tanya. Jasad Jon memang telah diketemukan tersenyum. Saat-saat terakhirnya memang dipenuhi dengan gambaran adiknya Tati yang selalu membanggakan Jon sebagai pejuang bangsa, dari situlah Jon yakin bahwa dia akan berjuang mempertahankan hidupnya demi kemerdekaan bangsa agar kehidupan dan masa depan adiknya kelak lebih baik darinya. Karena itulah jasad Jon tersenyum.

Lain lagi dengan Amanat yang tersimpan dalam karyanya “Konyol”. Dalam kisahnya saat di front Nug bertemu dengan sahabat kecilnya Dik yang dulu terlihat lebih kanak-kanak namun sekarang lebih tua darinya. Dik yang lebih gagah dan pemberani, sifatnya pun berbeda seperti yang Nug kenal dulu. Dik yang sekarang sudah dewasa ternyata mempunyai wanita idaman yang Nug rasa dulu Dik tak seperti itu. Nug sedikit kagum dengan sahabatnya. Disitu Dik sedang menyukai salah satu anggota palang merah yaitu Titi, Dik mencoba memperkenalkan Titi kepada Nug. Saat itu Dik dan Nug sedang menghadap komandap sector, beliau memberi amanat kepada mereka, “hidup di front membuat manusia kembali beberapa langkah pada sifat-sifat hewan”, namun hanya Nug yang mau menerina amanat tersebut sedangkan Dik hanya menganggap semua itu konyol. Pada saat itu tepat pukul 12 malam, komandan sector menyuruh mereka untuk mengacaukan musuh, regu Nug dibawah pimpinan Dik, namun tak disangka Dik belum juga datang ke markas, beberapa regu berusaha mencari Dik, tak biasanya Dik melalaikan tugas seperti ini. Nug berusaha mencari Dik di Palang Merah, pikirnya ia bersama Titi saat itu, setelah sampai disana Nug sangat terkejut melihat keadaan rambut Titi yang acak-acakan, mereka berdua terlihat keluar dari dalam rumah, Nug sangat kecewa dengan perbuatan Dik terhadap Titi. Nug merasa bahwa Dik telah melalaikan amanat dari komandan sector. Saat itu Titi merasa sedih dan ia berusaha melarang Dik pergi melaksanakan tugas, karena Titi kemarin malam bermimpi Dik akan tewas. Namun itu semua konyol bagi Nug dan Dik. Tak dirasanya setelah sampai di markas setelah selesai melaksanakan tugas, Nug tidak melihat Dik sama sekali, ia bersama anggota regu yang lain segera mencari Dik, namun tak disangkanya Dik diketemukan telah tewas dengan jasad yang mengenaskan. 3 bulan setelah kematian Dik, Nug tahu bahwa Titi hamil.
Penggambaran tokoh sekaligus penokohan dalam setiap cerita begitu jelas. Watak yang dimiliki setiap perorangan dalam cerita dijabarkan secara detail. Pengucapan kata, dialog yang tersusun semakin memperkuat nilai – nilai karakteristikal.

Permainan setiap kata yang diukir menjadi untaian yang padu begitu asyik meresap dalam kalbu para pembaca. Makna dari setiap peraduan nasibnya hampir merasuk lekat hingga menggandeng ke dunia aslinya. Menjamahi getir – getir kepedihan yang dirasakan sang pejuang. Sangat terasa Derap rintihan namun sangat berkobar, derai tangis yang memikat, keberhasilan yang terurai, luka yang amat pedih, kulit yang perlahan mengelupas tak merendahkan semangat kesatuan. Dorongan, Keharuan dan kelemahan sanak saudara menjadi senjata ampuh sekaligus kekuatan bagi mereka.

Pengalaman revolusi begitu bermakna, pengarang tidak hanya menunjukkan sisi perjuangan namun makna dari sebuah tulisan dan peristiwa nyata yang dapat kita ambil sebagai panutan dalam segala kehidupan didunia, kerja keras dan semangat persatuan mampu menggelakkan hati untuk saling menghargai dan menghormati setiap usaha yang timbul dari naluri. Menghargai setiap kehidupan, setiap nafas yang berhembus adalah kekuatan untuk terus bertahan. Mengemban amanat seperti halnya melahiran kehidupan baru yang harus terjaga hingga dewasa. Mengaplikasikan setiap pengalaman untuk perbaikan dan tolak ukur agar tidak terjerumus dalam keterpurukan. Setiap suatu hal yang muncul dari harga diri seorang mewakili dari semua perilaku hidup sifat duniawi manusia. Pujian yang tersanjung akan membawa kesan, sifat patriot dan pantang menyerah yang akan timbul perlahan walau tak dirasakan namun akan membawakan keindahan bagi orang tertentu.

Peraasan yang timbul karena adanya niat dan kerja keras yang membutuhkan hasil maksimum. Apresiasi sang penulis dalam hal memaparkan kisah nyata hanya semata-mata untuk mendapatkan penghormatan dari setiap insane atas karyanya. Perjuangan yang tak akan pernah dilupakan oleh setiap generasi penerus.

Karangan Notosusanto mampu menggetarkan benih-benih jiwa yang belum tertanam menjadikan gejolak untuk sebuah impian untuk masa yang akan datang. Berusahalah untuk memperkaya ilmu dengan mengisi petuah-petuah yang merasuk kelak dalam fikiran dan hati. Karya ini mampu memikat seorang karena makna berisikan segala kekuasaan yang ada didunia. Cerita revolusi yang singat ini patut untuk dikuasai Karena permainan kata yang begitu menyentuh, memikat dan memberikan daya tarik tersendiri.

Review Film : Night At The Museum : Secret of The Tomb

 

Senin, 29 Desember 2014 tepatnya pukul 21.00 di Cinemaxx Ponorogo City Center, film Night at The Museum : Secret of The Tomb berhasil saya tonton dan lumayan menarik hati saya. Film yang sudah dirilis sejak tanggal 22 Desember 2006 ini telah berhasil menayangkan 3 judul yang berbeda di setiap tayangan nya. Film yang bergenre Comedi dan petualangan keluarga ini diperan oleh pemain utama yaitu Larry Daley (Ben Stiller) yang dibantu dengan beberapa pemain anak Larry Nick (Skylar Gisondo), Pharoah Akhmenrah (Rami Malek), President Teddy Roosevelt (Robin William),  Attila the Hun (Patrick Gallagher), Sacagawea (Mizuo Peck), Jebediah (Owen Wilson), Sir Lancelot (Dan Stevens), Rebel Wilson, Dr McPhee (Ricky Gervais), Madeleine Phelps (Rachel Harris), Cecil Fredericks (Dick Van Dyke), Reginald (Bill Cobbs), dan Gus (Mickey Rooney). 

Film yang dirilis sejak pada tanggal 25 Desember 2014 kemarin, menceritakan mengenai sebuah petualangan yang dilakukan oleh Penjaga (Satpam) The American Museum of The Natural History, museum terkenal yang ada di Amerika. Dalam museum tersebut terdapat keunikan tersendiri yaitu semua koleksi yang ada pada museum tersebut mampu bergerak dan hidup sesuai dengan makhluk nyata pada umumnya, kekuatan dan keunikan tersebut muncul dari sebuah keajaiban Rahasia Makam yang didapatkan dari The Magic Tablet, Tablet/Papan Emas yang dibuat oleh Raja Firaun dari Mesir sebagai penghargaan dan perlindungan untuk anaknya Akhmenrah.

Keajaiban Tablet tersebut selain dapat menghidupkan koleksi dalam museum, ternyata didalamnya juga terdapat kekuatan yang dihasilkan oleh pancaran sinar Bulan Muncho. Bulan yang menjadi persembahan kaum mesir saat melakukan pemujaan. Dibalik kekuatan tersebut, kelemahan dari tablet tersebut adalah Sihir yang mampu menghilangkan kehidupan semua makhluk dalam museum.

Larry yang selama ini berteman akrab dengan koleksi-koleksi museum yang dijaga nya tersebut, tiba-tiba terkejut dengan keanehan yang ditimbulkan oleh Tablet pada saat pertunjukan museum. Tablet yang menjadi sumber kekuatan perlahan-lahan mulai kehilangan energi dan melemahkan kekuatan para makhluk dalam museum tersebut. Hal tersebutlah yang membuat Larry penasaran dan harus menyelesaikan masalah tersebut secepat mungkin. Jika tidak, makhluk-makhluk tersebut akan hilang selamanya.

Demi menyelesaikan misi tersebut, Larry mencoba untuk mencari informasi Tablet ke berbagai sumber dan beberapa diantaranya adalah satpam yang sudah pensiun, teman dan bos nya sendiri yang sebenarnya sudah dipecat dan tidak menjabat lagi di museum tersebut. Setelah mengetahui beberapa informasi yang cukup meyakinkan, Larry mencoba untuk pergi ke Museum London demi mengungkap tablet yang ada dalam tablet tersebut. 

Setiba nya Larry di Museum London yang ditemani oleh anaknya sendiri dan beberapa Makhluk museum nya, tak semudah yang dibayangkan. Dirinya harus memasuki museum secara diam-diam dan tanpa sepengetahuan penjaga museum. Sesampainya di dalam museum perjalanan Larry dan teman-teman justru terhalangi oleh hewan-hewan ganas dalam museum tersebut. Ditambah lagi, 2 temannya sempat berpisah ketika dikejar oleh Dinosaurus raksasa. Berkat perjuangan dan kegigihan Larry dan teman-teman melawan berbagai tantangan museum, akhirnya bertemulah mereka dengan orang tua Akhmenrah. Orang tua Akhmenrah lah yang sejatinya mengetahui segala rahasia dalam Tablet tersebut, dan keduanya menceritakan sejarah terbentuknya Tablet tersebut kepada Larry dan teman-teman. 

Semakin lama tablet tersebut semakin kehilangan energinya dan makhluk-makhluk yang ada di museum juga semakin melemah. Untuk mengembalikan ke kondisi semula, Larry diberi tugas oleh orang tua Akhmenrah untuk membawa Tablet tersebut kebawah sinar Bulan Muncho untuk mendapatkan energi kembali. Namun perjalanan Larry kembali dihalangi oleh ksatria dari museum tersebut yang juga menginginkan Tablet demi kepentingan pribadi. Setelah terjadi pertarungan antara ksatria dan Larry dalam memperebutkan tablet, tiba tiba kondisi makhluk-makhluk tersebut seketika hilang dan tidak dapat menggerakkan tubuh mereka sama sekali. Kekuatan tablet tersebut hilang, Larry merasa terpukul, saat itu juga akhirnya ksatria memberikan Tablet tersebut dan Larry segera membenarkan posisi tablet dan menaruh tablet tersebut dibawah pancaran sinar bulan muncho. Dengan Cara itulah kondisi teman-teman Larry akhirnya kembali seperti semula. Larry merasa begitu bahagia, dirinya dan teman teman segera kembali ke museum untuk mengembalikan Tablet ke orang tua Akhmenrah. 

Akhmenrah yang selama ini terpisah dengan orang tua nya terpaksa harus kembali dan meninggalkan Larry dan Teman-teman yang memilih untuk kembali ke The American Museum of The Natural History. Petualangan Larry pada malam hari tersebut dipisahkan dengan pancaran sinar Matahari yang mampu mengembalikan posisi makhluk-mahkluk tersebut ke posisi patung seperti sebelumnya. Sejak kejadian dan petualanganya itulah, Larry memutuskan untuk mengundurkan dirinya dari jabatan penjaga museum. Dirinya menganugrahkan jabatan tersebut kepada Penjaga museum London untuk berpindah tugas di museum America. Penjaga museum London yang sempat menjadi musuh ketika Larry dan teman-teman melakukan petualangan di museum London, yang akhirnya penjaga tersebut mampu terpikat dengan salah orang makhluk museum yang diajaknya malam itu.

Film garapan Director Swan Levy dan John Hamburg, patut dijadikan salah satu pilihan dari film-film yang mungkin akan anda tonton. Cerita dalam film yang dikemas dengan ringan dan ringkas sangat mudah untuk dipahami oleh penontonnya. Ditambah rangkaian komedi yang ditampilkan secara natural dan sesuai alur cerita mampu memikat penonton sebagai hiburan yang lucu. Sikap kerjasama dan gotong royong antara Larry dan teman-teman yang ditayangkan dalam film mampu menjadi nilai moral dan pesan yang apik dalam sebuah persahabatan. 

Bagi kalian yang berminat, segera datang ke bisokop kesayangan anda dan nonton film Night at The Museum : Secret of The Tomb, dijamin lucu dan menyenangkan. Enjoy your time and Lets Watching this Movie. :)

Senin, 29 Desember 2014

Advetorial STMM : Manajemen Informasi dan Komunikasi, STMM Yogyakarta

Sekolah Tinggi Multimedia " MMTC" Yogyakarta tak hanya terkenal dengan jurusan penyiaran dan multimedia nya saja, kini telah hadir program studi baru yang dapat mengantarkan mahasiswa nya kepada lulusan-lulusan komunikasi yang handal dan terpercaya. Program Studi Manajemen Informasi dan Komunikasi yang dibentuk pada awal tahun ajaran 2012/2013 sudah mampu mempunyai tiga angkatan mahasiswa. Angkatan 11 pada tahun 2012/2013, angkatan 12 pada tahun 2013/2014, dan angkatan 13 pada tahun 2014/2015.

Keistimewaan dari program studi komunikasi ini adalah lulusan akan mendapatkan gelar strata 1 (S1) Sarjana Komunikasi (S. Kom). Berbeda dengan jurusan penyiaran yang mendapatkan gelar pendidikan Diploma 4 (D4) Sarjana Sains Terapan (S.ST) , Program Studi Komunikasi ini juga sedikit berbeda dalam segi pembelajarannya. Mahasiswa komunikasi di kampus STMM akan dibekali Teori sebanyak 60% dan Praktik 40% serta praktik KKN dan skripsi untuk penentuan kelulusan seperti pada jurusan S1 di perguruan tinggi pada umumnya. 

Tujuan dibentuknya program studi ini adalah sebagai sarana untuk menciptakan lulusan-lulusan yang ahli dan profesional di bidang informasi dan komunikasi publik. Penyedia layanan informasi dan komunikasi publik yang berperan aktif dalam memberikan informasi kepada masyarakat luas. Tenaga Analisis informasi dan kebijakan informasi yang terpercaya, serta sebagai pengelola sekaligus penyedia informasi yang dikemas dan disalurkan dengan berbagai media yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

Dalam sistem pembelajaran nya, program studi ini nantinya juga akan dibagi sesuai dengan pilihan konsentrasi studi sesuai dengan minat masing-masing mahasiswa. Terdapat 2 konsentrasi studi yang disediakan untuk lebih menjuruskan mahasiswa nya kedalam mata kuliah dan profesi yang lebih spesifik. Diantaranya adalah Manajemen Informasi dan Manajeman Komunikasi.
1. Manajemen Informasi
   Dalam konsentrasi studi ini, mahasiswa akan dididik untuk menjadi seorang pengelola dan penyedia informasi yang profesional. Informasi yang dikemas dan disalurkan dengan sebuah media sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ahli dibidang sistem informasi dan perangkat-perangkatnya.
2. Manajemen Komunikasi (Public Relation)
    Sedangkan untuk konsentrasi manajemen komunikasi (PR), mahasiswa akan dididik sebagai calon praktisi PR atau humas yang profesional dalam memberikan informasi dan komunikasi terhadap masyarakat umum. Sebagai penghubung aspirasi maupun informasi antara publik internal dan eksternal perusahaan. Dalam hal ini selain teori PR daan komunikasi yang diberikan kepada mahasiswa, etika profesi dan hukum yang berlaku juga patut untuk dipelajari sebagai pengetahuan kelak di dunia kerja.

Selain pemberian materi kuliah dikampus, kunjungan lapangan juga menjadi agenda praktik khusus bagi mahasiswa MIK. Praktik seperti ini dilakukan dengan harapan agar mahasiswa mampu mengenal langsung pihak-pihak yang berkecimpung dalam dunia kerja yang profesional, sharing pengalaman dan mengamati cara kerja, manajemen, serta aktivitas apa saja yang terjadi dalam suatu perusahan yang dikunjungi. Adapun beberapa perusahaan yang telah dikunjungi adalah media massa, TV komunitas, perbankan, perhotelan dll diantaranya Koran Kedaulatan Rakyat, Radar Jogja, Jogja TV, TVRI, RRI Jogja, Sindo Radio, Komunitas TV Magelang, Bank Muamalat Yogyakarta, Sheraton Resort and Spa, The Victoria Hotel, Taman Pintar, Detik.com, dll.

Bagi masyarakat umum yang berminat untuk bergelut di dunia komunikasi, tidak perlu ragu dan khawatir untuk memilih Program Studi Manajemen Informasi dan Komunikasi Di Kampus STMM Yogyakarta. Program Studi yang telah disiapkan untuk menjadikan mahasiswa nya sebagai Tenaga ahli dibidang informasi dan komunikasi yang profesional dan terpercaya. Untuk itu segera daftarkan diri anda di Kampus STMM Yogyakarta Jl. Magelang Km 6 Sleman, Yogyakarta atau kunjungi kami di website mmtc.ac.id dan dapatkan informasi lebih dalam website tersebut. Mau jadi broadcaster yang handal dan terpercaya, Kuliah saja di Kampus STMM Yogyakarta, The Real Broadcasting and Multimedia Campus. 


Minggu, 28 Desember 2014

Travel Feature : Hiburan yang Asyik dikala Berwisata

Siapa yang tak suka dengan liburan ?? Jalan-jalan ke tempat yang diinginkan. Itulah yang menjadi kebanggaan setiap orang, Berlibur untuk menikmati keindahan suatu tempat wisata. Apalagi jika tempat wisata tersebut merupakan tempat-tempat favorit yang telah dikunjungi oleh banyak orang, memiliki ciri khas tersendiri dan keindahan alam yang mempesona. Keindahan alam akan suatu tempat wisata merupakan salah satu alasan untuk menarik wisatawan untuk berkunjung, dinilai dari kebersihan dan kenyaman akan faslitias di tempat wisata tersebut. Seperti tempat wisata yang telah saya kunjungi kali ini.

Liburan Natal dan Tahun Baru kali ini saya bersama keluarga memutuskan untuk berlibur ke tiga tempat sekaligus dalam satu hari. Tiga tempat wisata yang memiliki ciri khas tersendiri dalam menarik minat pengunjung yang datang. Makam Sang Proklamator, Waduk Wonorejo dan Pantai Prigi itulah yang menjadi tujuan kami. 

* Makam Bung Karno 

Perjalanan pertama pada Hari Sabtu, 27 Desember 2014 membawa rombongan kami untuk pergi ke Jl. Ir. Soekarno Kota Blitar Jawa Timur, tepatnya di Makam Sang Proklamator Kemerdekaan Bangsa Indonesia Ir. Soekarno. Rombongan tiba sekitar pukul 09.00, suasana lalu lalang pengunjung di pinggiran jalan menuju makam membuat sedikitnya lalu lintas menjadi macet. Ditambah banyaknya pertokoan oleh-oleh khas daerah Blitar di sepanjang jalan tersebut yang juga membuat pengunjung tertarik untuk melihat-lihat. Parkir Mobil yang tidak ditempatkan secara khusus membuat jalanan ini juga semakin penuh dan panas. Gerimis kecil yang mengiringi perjalanan kami kala itu tak membuat kami merasa kecewa, kami langsung memasuki Lokasi Makam Sang Proklamator.

Kesan pertama yang muncul ketika kami melihat bangunan tampak dari depan ialah desain bangunan yang simple dan hampir-hampir mirip dengan bangunan rumah atau museum, maklum memang kunjungan kali pertama kami ke makam Bung Karno. Rasa penasaran membawa kami untuk masuk ke ruang pertama, memang benar dugaan kami sebelumnya, terdapat museum yang cukup besar berisi kenangan manis dan foto haru biru perjuangan Bapak Kemerdekaan kita semasa muda. Kenangan manis di masa muda muda beliau, pertunangan beliau, pernikahan, sampai foto-foto bersama orang tua beliau dipajang secara berurutan dengan nuansa klasik. Foto-foto selanjutnya menampilkan tentang sejarah perjuangan beliau, patung beliau yang dipajang mulai dari area halaman museum, depan pintu masuk museum dan dalam museum itu sendiri. Tak lupa, patung Burung Garuda dan berdera pusaka yang dijahit sendiri oleh Istri Sang Proklamator yaitu Ibu Fatmawati juga menghiasi keanekaragaman sejarah dalam museum itu. Uniknya tidak dikenakan tiket masuk bagi pengunjung yang ingin memasuki museum tersebut, hanya saja para pengunjung dipersilahkan untuk mengisi buku tamu yang telah disediakan. Pantas saja antusias pengunjung yang datang tak mereda di setiap harinya, selalu banyak pengunjung yang datang untuk menengok sejarah Bung Karno di tempat ini dan kebanyakan dari mereka adalah pelajar dan keluarga. 

Ada yang saya lupakan kala itu didalam museum, letak makam Bung Karno tak terlihat sama sekali, dan ternyata Makam tersebut ada di belakang dalam kompleks ini. Dengan membeli tiket masuk per orang Rp 2000, rombongan kami sudah boleh memasuki area makam. Berbeda dengan desain museum yang tampak seperti museum atau gedung pada umumnya, desain area makam ini lebih luas dan dibentuk seperti pendopo-pendopo dengan hiasan ukiran kayu jati yang menawan. Pengunjung yang ada disekitaran makam juga tak kalah dengan pengunjung museum. Dengan membawa bunga untuk ziarah makam yang ditawarkan para penjual disekitar area pintu masuk makam, pengunjung juga tak lupa untuk menundukan kepala dan memanjatkan doa kepada almarhum, ada juga pengunjungan yang sekedar hanya ingin berfoto-foto dan bersantai di pendopo-pendopo yang telah disediakan. Makam Bung Karno yang diapit oleh kedua orang tua nya membuat naluri kita sebagai pengunjung serasa dekat dengan beliau, menghormati dan menghargai jasa dan pengorbanan sang proklamator RI tersebut.

Tak habis disitu saja, ketika memasuki jalan keluar para pengunjung justru dimanjakan dengan banyaknya penjual aneka kerajinan khas Blitar, Batik, kaos, makanan oleh-oleh dan assecoris lainya. Deretan Penjual yang memenuhi jalan keluar tersebut tak sepi pembeli, rata-rata penjual Batik yang memenuhi deretan perbelanjaan tersebut tak sungkan-sungkan untuk memanggil pengunjung yang lewat dan menawarkan diskon dan harga-harga barang yang mereka jual. Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau mulai dari Rp 10000 keatas, barang dagangan mereka laku diserbu oleh beberapa pengunjung yang berminat.

Dalam Perjalanan keluar makam yang cukup panjang dan sesak oleh satu sama lain pengunjung, membuat rombongan kami untuk segera meneruskan perjalanan ke wisata selanjutnya, yaitu Waduk atau Bendungan Wonorejo.

* Waduk Wonorejo

Wisata yang kedua membawa kami ke wisata alam yang menawan. Awalnya minat saya untuk mengunjungi tempat wisata ini tak muncul sama sekali. Dilihat dari namanya yang mungkin menurut saya kurang terkenal atau fenomenal. Cuaca yang amat mendung mengiringi perjalanan kami menuju ke waduk Wonorejo tersebut. Sepanjang perjalanan yang dihiasi dengan pepohonan yang tumbuh menjulang membuat suasana dingin semakin merasuk dan membuat merinding di sekujur tubuh. Bertempat di desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, rombongan kami tiba di tempat wisata tepat pada pukul 13.00.  Setibanya di area wisata tersebut hujan yang lumayan deras menyambut kedatangan kami. Kesan pertama yang muncul dalam benak dan naluri kami adalah Keindahan alam yang alami dan tak ternilai harga nya ada dalam waduk ini. Area wisata yang sangat bersih membuat pengunjung terasa nyaman untuk bersantai beberapa saat di area wisata ini. Area parkir yang simple dan bersih membuat kesan bahwa area ini tertata. Penjual bakso tusuk, penjual makanan, tenda untuk beistirahat, dan tenda bagian informasi mengisi area jalanan depan  pintu masuk Waduk wonorejo. Waduk yang cukup luas yang dihiasi dengan bangunan jembatan ditengahnya yang disediakan untuk pengunjung membuat pengunjung untuk lalu lalang dan sesekali untuk berfoto bersama rombongan mereka masing masing. 

Udara yang dingin-dingin sejuk membuat kami untuk memilih beristirahat di salah satu tenda makan, dan menikmati semangkuk bakso panas yang sedikitnya bisa membantu menghangatkan badan kami. Sehabisnya semangkuk bakso yang dihargai cukup dengan Rp 5000 di tempat wisata, hujan deras yang menyelimuti pemandangan kami mulai reda. Jembatan yang ada diatas waduk tersebut menarik kami untuk berfoto bersama. Tanaman hias yang menelusuri sepanjang jembatan ini membuat kesejukan udara semakin semilir. Pemandangan sekitar yang juga dipelihara dengan bersih dan simple semakin mendukung keindahan alam yang ada. Tak ada sama sekali sampah yang berceceran dalam kawasan ini. Beberapa sampah alami yang berjatuhan juga tak terlintas dalam pandangan mata kami.

Rintik-rintik hujan yang hampir jatuh untuk kedua kalinya membuat kami untuk meneruskan perjalanan ke wisata selanjutnya, perjalanan terakhir kami adalah ke Pantai Prigi, Trenggalek Jawa Timur.

* Pantai Prigi 

Menyusuri perjalanan sejauh 30km dari Waduk Wonorejo menuju ke Pantai Prigi membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai di tempat wisata tersebut. Suasana yang mulai memasuki senja tak menyurutkan antusias pengunjung yang berdatangan di Pantai tersebut. Pantai Prigi memang pantai yang sudah cukup terkenal yang terletak di desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek Jawa Timur. Setibanya kami pukul 16.30 diperlihatkan dengan Pemandangan di sore hari yang diramaikan oleh perjuangan para nelayan untuk menarik tali tambang pancing ikan mereka untuk diambil hasilnya, gegurauan para pengunjung di pantai dan bermain-main pasir pantai, penjual yang menawarkan barang dagangannya, lalu lalang pengunjung yang datang dan pergi masih cukup memenuhi suasana di sore itu. 

Sesekali penjual ikan asap yang juga tak lelah menawarkan barang dagangannya membuat beberapa pengunjung tergoda untuk membeli, termasuk rombongan kami diantara nya. Ikan asap yang terdiri dari ikan tuna dan salmon itu dihargai mulai dari Rp 7000 - Rp 10000 per biji nya. Tak jarang tawar menawar antara pembeli dan penjual itu terdengar disela sela keramaian ombak pantai. Setelah beberapa puluh ikan asap telah kita dapatkan dengan harga jual yang kami inginkan, kami mencoba untuk mencari tempat di pinggir pantai untuk menggelar tikar yang kami bawa dan merasakan olahan bekal masakan yang kami siap kan sejak dari rumah. Semilir udara dan suara gulungan ombak yang berkejaran kami nikmati sembari bersantap sore. Ternyata kerja keras para nelayan belum juga usai, perjuangan mereka untuk menarik tali tambang ikan masih cukup panjang, jika dihitung kira kira dalam satu tarikan mampu menarik setidak nya 2 meter saja dengan kekuatan 7-10 pasang tangan para nelayan untuk dua sisi yang berbeda. Hasil yang didapat juga tak selalu melimpah seperti yang mereka harapkan, itupun mereka harus berbagi hasil sesuai dengan jumlah orang nelayan yang ikut membantu. Pekerjaan yang mereka banggakan demi sesuap nasi dan kehidupan keluarga.

Bantuan dari para pengunjung juga tak henti-hentinya berdatangan, beberapa diantara mereka merasa penasaran dengan kekuatan yang diperlukan oleh nelayan untuk sekali menarik tali tambang tersebut. alhasil menurut beberapa pengakuan pengunjung "Tenaga yang diperlukan sangat banyak dan tali nya berat sekali, tidak seperti yang kita lihat" ungkap yaya pengunjung (27th), "Walaupun hanya sebentar saya sangat lelah, tali nya berat sekali membuat telapak tangan saya panas" tutur Nisa (14th). 

Senja mulai menghilang, detik detik adzan maghrib mulai dirasakan oleh rombongan kami. Dengan rasa yang berat untuk mengakhiri liburan kali ini, kami memutuskan untuk pulang dan meninggalkan pantai. Rasa penasaran akan hasil yang didapat oleh nelayan belum juga terjawab, kami harus meninggalkan tempat wisata agar tak terjebak di perjalanan malam yang panjang. Sekitar pukul 17.30 rombongan kami mulai menyusuri pintu keluar, bersama dengan itu pula para pengunjung lainnya juga terlihat sama. Untuk sampai ke rumah yaitu daerah kota Ponorogo, kami setidaknya memerlukan waktu sekitar 3 jam dalam perjalanan. Sambil melihat lihat pemandangan luar dari jendela kaca mobil, kami rasa liburan kali sangat puas. Walaupun tempat wisata yang tidak terlalu mewah, suasana kebersamaan satu sama lain antara keluarga saling terjalin, senda gurau, ocehan cerita, tawa riang terdengar disaat kami berlibur kala itu. Tidak perlu tempat yang mewah dan merogoh kocek dalam-dalam, di setiap tempat wisata yang mempunyai sisi keindahan tersendiri akan mampu membawa kita pada kenyamanan dan kesenangan yang sangat berarti.

Selamat Berlibur !!! :)

Rabu, 24 Desember 2014

Opini Mahasiswa : Korupsi Merusak Moral Bangsa

Berbicara Korupsi seperti halnya berbicara kekayaan negara yang lenyap begitu saja. Kekayaan yang dimiliki oleh negara, yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan negara dan masyarakat, justru dialihkan pada kepentingan pribadi para koruptor untuk investasi dan memperbanyak harta kekayaan mereka. Korupsi memang peluang yang memungkinkan seseorang untuk mendapatkan kekayaan secara tiba-tiba dan tanpa usaha atau kerja keras, namun hal yang perlu dikhawatirkan budaya korupsi yang selama ini merajalela, selalu dilakukan oleh penjabat-penjabat yang sudah memiliki jabatan tinggi dalam pekerjaan nya. Bahkan kemungkinan korupsi juga mendorong beberapa pemimpin-pemimpin pemerintahan untuk melakukan hal yang sama.

Di Indonesia, kasus Korupsi yang terjadi tidak hanya menjerat penjabat pemerintah saja, bahkan pegawai swasta, pengusaha sampai artis pun mampu untuk memanfaatkan peluang tersebut. Tanpa kita sadari budaya Korupsi yang selama ini dilakukan oleh berbagai pihak mampu menjadikan contoh buruk bagi generasi bangsa khususnya pendidikan moral generasi muda. Mental Generasi muda yang seharusnya mendapatkan pendidikan moral sejak dini justru akan dilemahkan dengan berita-berita korupsi yang ada di berbagai media. Secara tidak langsung kasus-kasus korupsi yang diberitakan oleh media selama ini mampu mendorong generasi muda untuk mencontoh dan melakukan peluang tersebut dalam berbagai kesempatan. Apalagi jika pihak yang melakukan adalah orang-orang besar yang seharusnya menjadi panutan warga-warga nya, pemimpin pemerintahan dalam suatu wilayah, justru dengan korupsi yang dilakukan akan mencoreng nama baik diri nya sendiri, keluarga dan bahkan nama baik wilayah atau negara yang dipimpin nya akan menjadi buruk.

Memanfaatkan peluang, kesempatan, jabatan dan kekuasaan, itulah yang dilakukan oleh para koruptor selama ini. Turun nya kepercayaan publik terhadap pemerintah juga akibat adanya korupsi yang tak kunjung reda dan merugikan banyak pihak sampai-sampai kekayaan negara pun ikut berkurang. Anggaran dana yang seharusnya dialokasikan ke bidang pendidikan, untuk masa depan penerus bangsa justru hilang ditelan para koruptor untuk memperkaya harta pribadi. Bagaimana nasib moral bangsa jika pemimpin nya saja rusak ?? Pemimpin yang dipilih rakyat untuk memperbaiki bangsa jutru merusak bangsa, memberikan contoh buruk kepada bangsa hanya karena uang.

Sungguh kekayaan bangsa akan sangat melimpah jika korupsi di negara semakin berkurang atau bahkan hilang dan tidak ada sama sekali. Anggaran dana untuk pembangunan infrastruktur ibu kota maupun daerah di negara Indonesia akan semakin meningkat, pengembangan dunia pendidikan dan teknologi bagi generasi muda juga akan berdampak lebih baik untuk masa depan mereka. Perkembangan negara dan kualitas yang ada didalam suatu negara bergantung pada generasi muda yang kelak akan meneruskan perjuangan negara demi kemajuan dan kemakmuran masyarakat yang ada didalamnya.

Adanya kerjasama antara badan hukum, pemerintahan, media, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengawasi kinerja yang dilakukan di berbagai instansi.
- Badan Hukum sebagai pihak yang menegakkan hukum keadilan dan kebenaran atas terjadinya sebuah pelanggaran harus melalukan tugas dan kewajibannya secara maksimal. Menunjukkan kebenaran dan menghukum yang salah.
- Pemerintahan sebagai wakil rakyat yang mengemban tugas dan amanat rakyat untuk memberikan pelayanan prima terhadap kesejahteraan masyarakat juga harus dilakukan secara optimal.
- Media massa sebagai alat kontrol sosial, yang menyiarkan berbagai informasi sebisa mungkin juga menyediakan informasi yang berkualitas dan memiliki nilai edukatif bagi masyarakat yang mengkonsumsinya dan menayangkan berbagai berita sesuai dengan standart jurnalistik yang telah ada.
- Masyarakat sebagai pihak utama yang seharusnya menjadi kepentingan umum pemerintah, sebaiknya juga secara aktif untuk ikut andil dalam pembangunan negara, menanamkan nilai jujur dan adil dalam bertindak dan berucap, mengawasi kinerja aparatur pemerintahan terhadap berbagai pelayanan yang diberikan, secara aktif menyalurkan aspirasi demi kemajuan bangsa, ikut mengangkat nama baik negara dengan kecerdasan pola pikir maupun prestasi, mengawasi kinerja aparatur pemerintah dan kebijakan politik yang telah ada.

Setidaknya yang harus dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat adalah harus menanamkan nilai jujur, adil, mengedepankan kepentingan masyarakat dan tanggung jawab atas tugas dan kewajiban masing-masing serta adanya tanggung jawab atas keberhasilan dan kesejahteraan bangsa indonesia dan rakyat nya bergantung pada tangan dan kontribusi besar masing-masing masyarakat Indonesia. Jika dilakukan sesuai dengan tanggung jawab maksimal kemungkinan terjadinya penyelewengan uang untuk kepentingan pribadi akan minim. Korupsi dapat merusak moral bangsa jika tidak diselesaikan sampai ke akar-akarnya. Pahami secara dini apa itu Korupsi dan tanamkan nilai-nilai edukatif bagi generasi muda. Brantas Korupsi, Brantas sekarang juga. Salam Demokrasi :)

Selasa, 23 Desember 2014

Advetorial STMM : STMM, Kampus Broadcast Pilihan Anda


Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta atau yang sering dikenal dengan kampus MMTC Yogyakarta merupakan Kampus Broadcasting dan Multi Media yang ada di Jl. Magelang Km. 6 Sleman Yogyakarta. Dibawah Kementerian Komunikasi dan Informatika, kampus STMM menyediakan 2 pilihan pendidikan yaitu Pendidikan Kedinasan untuk Penjabat Aparatur Pemerintah dan Swadana bagi masyarakat umum. 

STMM memiliki 6 Program Studi yang tidak kalah saing dengan Kampus Broadcast lainnya. 6 Program Studi yang dapat mengantarkan Mahasiswa STMM yang handal dan mampu bersaing di dunia kerja. Diantaranya yaitu Matekstosi, Manaprodsi, Manarita, MIK, Animasi, dan Game Desain.
Adapun penjelasan masing-masing program studi diatas adalah sebagai berikut :

1. Matekstosi (Manajemen Teknik Studio Produksi Siaran/ D4)
    Adalah Program Studi yang memperlajari mengenai teknik studio produksi dan penyiaran Radio - TV. Lulusan Program studi ini diharapkan dapat menjadi tenaga-tenaga yang ahli dan profesional di bidang teknik studio produksi dan penyiaran Radio-TV meliputi Kamerawan, Penata Audio, Editor, Penata Cahaya, yang kreatif dalam mendukung operasional produksi Program Penyiaran serta Technical Director yang mampu mengelola operasional teknik produksi dan penyiaran program dengan baik dan benar.

2. Manarita (Manajemen Produksi Pemberitaan/ D4)
  Adalah Program Studi yang mempelajari mengenai tata cara pengumpulan, pengolahan dan penyampaian suatu berita, memproduksi dan menyunting berita, memproduksi naskah Jurnalistik yang sesuai dengan kaidah Kode Etik Jurnalistik serta mampu menjadi Produser Jurnalistik yang dapat menghadirkan program jurnalistik yang aktual dan faktual. Lulusan program studi ini diharapkan mampu menjadi seorang Reporter, News Anchor, News Writer, News Producer, dll.

3. Manaprodsi (Manajemen Produksi Siaran/ D4)
  Adalah Program Studi yang mempelajari mengenai produksi siaran Radio - TV, yang mampu menyelenggarakan dan mendukung produksi siaran radio dan televisi yang berkualitas baik, dan benar. Lulusan Program Studi ini diharapkan mampu menjadi seorang pengarah acara, sutradara, animator kretif program TV, penata artistik, dll.

4. MIK (Manajemen Informasi dan Komunikasi/ S1)
   Adalah Program Studi yang mempelajari mengenai pengolahan informasi dan komunikasi publik yang baik dan benar dalam suatu media. Menyediakan pelayanan informasi dan komunikasi publik kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan informasi yang diperlukan oleh masyarakat. Dalam Program Studi ini nantinya juga akan dibagi menjadi dua konsentrasi yaitu Manajemen Komunikasi dan Manajemen Informasi. Manajemen Komunikasi (Public Relation), dalam konsentrasi ini diharapkan lulusan mampu menjadi seorang Humas (Hubungan Masyarakat) Pemerintah atau PR (Public Relation) dalam suatu Perusahaan yang dapat menjadi jembatan atau penyedia informasi dan komunikasi bagi pihak perusahaan dan publik. Sedangkan Manajemen Informasi, dalam konsentrasi ini diharapkan lulusan mampu menjadi seorang pengelola informasi yang handal yang dikemas melalui berbagai saluran media, mempelajari sistem informasi dan kebijakan informasi publik. 

5. Animasi (D4)
   Adalah Program Studi yang mempelajari mengenai Perancangan produk animasi berbagai media, membuat produk animasi berbasis multimedia, Teknisi animasi berbasis multimedia dalam mendukung program siaran televisi, serta Pembuat film animasi 2D dan 3D cerita dan non cerita. Lulusan program studi ini diharapkan mampu menjadi Animator profesional dan aplikatif di bidang animasi.

6. Game Desain (D4)
    Adalah Program Studi yang mempelajari mengenai tata cara pengolahan produk permainan, desain teknologi permainan, perancang, pembuat, dan pengembangan produk permainan yang kreatif dan handal. Lulusan program studi ini diharapkan mampu menjadi seorang desain permainan yang profesional.


Sekolah Tinggi Multi Media adalah perguruan tinggi yang mengedepankan karir dan masa depan mahasiswa nya agar mampu bersaing secara profesional dalam dunia kerja, untuk itu bagi masyarakat umum yang berminat ingin mempelajari dunia broadcasting dan multimedia, segera kunjungi Website Kami di mmtc.ac.id, di line telpon kami Telp. (+62274) 623537, 7474201, 562513, 561531, Email : info@mmtc.ac.id, atau segera kunjungi ke kampus kami STMM "MMTC" Yogyakarta, Jl. Magelang Km. 6 Sleman, Yogyakarta. STMM "MMTC" The Real Broadcasting and Multimedia Campus.

Minggu, 14 Desember 2014

Profil/ Sosok : Sosok Ayah Untuk Keluarga dan Sekitar

Ponorogo, 7 April 1948 tepat 64 tahun yang lalu beliau lahir kedunia, lahir dari seorang Ayah dan Ibu sebutlah H. Topuro dan Hj. Surip, Beliau adalah Samsuri anak kedua dari tujuh bersaudara yaitu Surati, Senen, Hartono, Hartini, Supriyanto, dan Lilik Sudaryati. Bapak Samsuri dikenal dengan sosok yang pekerja keras dan teguh pendirian baik dalam kehidupan maupun agama. Semasa hidupnya beliau bekerja keras demi membantu orang tua nya, membantu menghidupi adik-adiknya dan bahkan beliau sampai merelakan untuk tidak meneruskan sekolah demi membanting tulang mengurusi kebun keluarga dan hewan ternak orang tuanya.
Sewaktu muda Bapak Samsuri aktif mengikuti organisasi islam yaitu Muhammadiyah, beliau juga tergabung dalam organisasi seni bela diri yaitu Tapak Suci. Semenjak kecil beliau selalu ditanamkan nilai-nilai agama oleh orang tua nya, walaupun beliau tidak melanjutkan sekolah namun pengetahuan beliau tentang agama mendorong beliau untuk menjadi guru mengaji di lingkungan rumah beliau. 
Pendirian yang keras dan teguh akan sesuatu hal membuat beliau menjadi panutan bagi adik-adiknya. Senang bergaul dengan dunia sekitar dan teman-teman beliau, membawakan berkah tersendiri bagi adiknya. Berkat teman yang banyak, Bapak Samsuri bisa meneruskan pendidikan adik bungsu nya ke jenjang perguruan tinggi sampai bekerja menjadi Pegawai Negeri Sipil hingga sekarang, dan karena perngorbanan beliau yang cukup besar untuk keluarga, sampai-sampai beliau tidak memperdulikan pekerjaannya sendiri. Jalan hidupnya tertuju untuk menjadi seorang Petani yang mengurusi sawah orang tuanya.
Bapak Samsuri memutuskan untuk menikah pada umur sekitar 30tahun dan pilihan hidupnya tertuju pada Ibu Marsini. Ibu Marsini (Ponorogo, 30 Juni 1959) kala itu masih seorang Gadis yang berumur sekitar 20tahun. Namun jarak umur yang jauh antara keduanya tak membuat Ibu Marsini menolak Bapak Samsuri. Itu lah Jodoh tidak mengenal siapa, kapan dan umur berapa. 
Menikahi Ibu Marsini merupakan berkah tersendiri bagi Bapak Samsuri, keduanya dianugrahi anak oleh Allah SWT sebanyak delapan anak perempuan, mereka adalah Suciati, Rumaidah, Khotimah, Yahya, Nuzul Lailly, Kholifatul Azizah, Usmaul dan Fatma Annisa. Cucu pertama dengan nama Andarda Shidqinan Nafil lahir dari anak keempat yaitu Yahya, dan satu lagi cucu laki-laki dengan nama Radinudasta Assadadin Taqi lahir dari anak pertama yaitu Suciati. Mendapatkan kedua cucu laki-laki merupakan nikmat dan berkah bagi Bapak Samsuri dan Ibu, kehadiran anak laki-laki yang sejak dulu dinantikan bisa tergantikan dengan hadirnya kedua cucu tersebut dalam kehidupan mereka.
Bekerja keras sebagai Petani dengan istri penjual nasi di warung, tak memutuskan harapan keduanya untuk menyekolahkan anak-anak nya ke jenjang yang lebih tinggi. Beliau berharap anaknya mampu mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan beliau. Beberapa anak yang lulusan SMA dan lulus S1 sekarang telah mendapatkan pekerjaan yang layak, dan semua itu didapatkan berkat pengorbanan, kerja keras, doa dan kasih sayang orang tua. 
Gemar bercerita dan mendongeng cerita sejarah ataupun pewayangan, itulah salah satu hobi yang selalu dilakukan oleh Bapak Samsuri ketika bersantai dengan keluarga maupun warga sekitar rumah. Menanamkan nilai-nilai agama di setiap cerita dan sisi humoris yang kadang muncul untuk mencairkan suasana itulah yang selalu menjadi kebiasaan beliau dalam rumah.
Namun dalam kehidupan manusia, tak hanya manis yang dapat dirasakan, pahit yang sesekali muncul ini juga dirasakan oleh Bapak Samsuri namun terhitung dengan kurun waktu yang cukup lama. Siapa yang tak pernah merasakan sakit, Bapak Samsuri kala itu menderita penyakit Syaraf, sering kelelahan, pingsan dan lupa akan sesuatu hal itulah yang mendorong beliau untuk berhenti berkerja untuk keluarga. Keluarga sangat memaklumi akan penyakit yang diderita beliau, hampir 8 tahun Beliau menderita penyakit tersebut. Berbagai pengobatan dari dokter maupun alternative sudah dilakukan secara terus-menerus, namun kesembuhan pun juga tak kunjung reda.
Tidak hanya diam merasakan sakit yang diderita, Bapak Samsuri kala itu lebih sering memberikan nasihat-nasihat agama dan sejarah-sejarah agama untuk dijadikan pedoman hidup kepada keluarga, sahabat beliau maupun warga sekitar yang sesekali main kerumah. Petuah-petuah yang beliau berikan kepada orang lain tersebut justru menjadikan obat bagi beliau sendiri, amalan yang beliau lakukan menjadikan penyakit yang diderita perlahan-lahan sembuh dan jarang kambuh. Namun kehendak Allah SWT berkata lain, kehidupan manusia didunia ini ditakdirkan ada datang ke dunia dan meninggalkan dunia. 
Tepat pada tanggal 8 Januari 2013 pukul 14.00 beliau meninggalkan keluarga tercinta. Beberapa bulan sebelum kepergian beliau, sakit yang diderita beliau dalam waktu yang cukup lama tersebut seketika menghilang dan tak dirasakan lagi. Kepergian seorang Bapak yang berjiwa pemimpin, datang secara tiba-tiba dan menjadi sebuah pukulan yang amat mendalam bagi keluarga tercinta. Beberapa anak yang merantau untuk berkerja dan bersekolah dikejutkan dengan kabar tersebut, tangis haru seketika meluap merasakan sosok yang selama ini menjadi panutan hidup.
Tak ada manusia yang mampu melawan takdir sang Maha Kuasa, sosok Fisik Bapak Tercinta yang selalu didambakan keluarga kini telah tiada, namun keluarga selalu bangga nama beliau, amalan, dan cinta kasih beliau terhadap keluarga akan selalu dikenang selama-lamanya. Jiwa kepemimpinan yang diberikan dan nilai agama yang menjadi pedoman hidup akan selalu diingat bagi keluarga tercinta.

Minggu, 07 Desember 2014

Pidato/ Sambutan : Belajar Menulis Pidato/Sambutan Versi 2

PIDATO BUPATI PONOROGO PADA ACARA PEMBUKAAN FESTIVAL REOG NASIONAL (FRN) XXI TAHUN 2014 DALAM RANGKA PERINGATAN TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM (GREBEG SURO)
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

YTH. Wakil Bupati Kabupaten Ponorogo 
YTH. Penjabat Pemerintah Kabupaten Ponorogo
YTH. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ponorogo, beserta jajarannya.
YTH. Mantan Pembantu Bupati Kabupaten Ponorogo
YTH. Ketua Panitia Festival Reog Mini XII Kabupaten Ponorogo
YTH. Ketua Umum Paguyuban Reog Ponorogo
YTH. Kepala Perguruan Tinggi dan SMA di Kabupaten Ponorogo
YTH. Seluruh peserta FRN dari Kabupaten Ponorogo maupun luar Kabupaten Ponorogo
Sekaligus seluruh masyarakat Kabupaten Ponorogo yang saya cintai dan saya banggakan
Salam sejahtera untuk kita semua.

Pertama, marilah kita bersama memanjatkan rasa puji syukur kehadirat ALLAH SWT atas Rahmat, nikmat, dan karunia-Nya kepada kita, masih diberikan kesempatan, kekuatan dan insya Allah kesehatan untuk berkumpul melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan Negara tercinta.
Sholawat serta salam semoga selalu tercurah bagi Nabi Muhammmad SAW rosulullah mulia, teladan umat, utusan yang benar dalam janjinya serta terpercaya.
Saudara yang berbahagia,
Pada kesempatan kali ini kita patut berbahagia karena bisa dipertemukan untuk kesekian kalinya pada acara Festival Reog Nasional (FRN) XXI Tahun 2014. Perayaan seperti ini, setiap tahun kita selenggarakan di Panggung utama Aloon-aloon Kabupaten Ponorogo dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam (Grebeg Suro) sekaligus sebagai ungkapan penghormatan, kebanggaan, dan kecintaan kita yang mendalam kepada Kabupaten Ponorogo, tempat dimana kita mulai menghembuskan nafas, meniti kehidupan, mencapai masa depan, dan insya Allah hingga tiba waktunya menuju alam kesejahteraan abadi. Amin Yarobbal alamin.

Agenda tahunan ini bertujuan melestarikan potensi budaya daerah dalam menunjang promosi wisata daerah Kabupaten Ponorogo dan meningkatan perekonomian masyarakat. Festival Reog Nasional (FRN) XXI kali ini mengusung tema “ Perayaan Grebeg Suro dan Festival Reog Nasional Tahun 2014 sebagai wujud kebersamaan Pemerintah dan mayarakat dalam rangka pelestarian budaya meningkatkan ekonomi masyarakat dan promosi wisata daerah “. Seperti yang telah kita ketahui selama ini, kabupaten Ponorogo telah dikenal sebagai Kota REOG Ponorogo, dengan sebutan itulah kita sebagai warga asli kabupaten Ponorogo mempunyai kewajiban besar untuk mengembangkan dan melestarikan budaya kita tercinta. Apalagi mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu Reog Ponorogo telah diklaim oleh Negara lain, hal tersebut harus dijadikan pelajaran dan peringatan supaya kita lebih berhati-hati dan tetap menjunjung tinggi nilai moral generasi bangsa agar tetap ikut andil dalam meningkatkan pembangunan dan pelestarian budaya daerah.
Saudara saudara sekalian,
Perlu diketahui FRN XXI kali ini digelar selama lima malam kedepan yaitu pada tanggal 19 s/d 23 Oktober 2014 yang diikuti oleh 39 group, terdiri dari 13 ( 5 grup dari eks Pembantu Bupati dan 8 dari sekolah dan Perguruan Tinggi) dari Kabupaten Ponorogo, dan 26 dari luar Kabupaten Ponorogo. Malam Puncak Festival Reog Nasional ke XXI akan diakhiri dengan pengumuman penampilan terbaik FRN XXI dan pentas budaya di panggung utama Aloon – aloon Ponorogo dengan menggelar seni ketoprak, campursari, seni tari dan pesta kembang api. Namun tidak hanya FRN XXI yang akan dipertunjukan, Ada pula rangkaian kegiatan yang juga menyertai acara ini, seperti kegiatan keagamaan, kesenian, ziarah makam, lintas sejarah dan larung risalah doa di Telaga Ngebel. Ada juga pameran produk unggulan, pemilihan kakang senduk, pameran tanaman hias, Lomba Burung Perkutut, Lomba Pacuan Kuda, Lomba MocoPat, Lomba Karawitan, Pameran Pusaka, dan Pameran Bonsai. Kami mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada peserta luar kota dan kabupaten yang telah melestarikan reog di daerahnya, dan terima kasih kepada Kabupaten Wonogiri selaku pemenang FRN XXI yang memotivasi kami untuk terus maju dalam melestarikan seni.

Bicara Ponorogo sama halnya bicara pariwisata. Ada wisata alam dan wisata religi misalnya Tegalsari podok islam yang masih asli. Setiap bulan kurang lebih sepuluh ribu pengunjung datang. Ini semua karena faktor campur tangan pemerintah daerah. Ada juga wisata budaya yakni wayang kulit setiap bulan purnama dan festival reog, Aloon-aloon Ponorogo selalu dipenuhi oleh pengujung. Itu semua membanggakan ponorogo dan patut kita lestarikan dengan cara seluruh masyarakat Kabupaten Ponorogo berupaya melakukan sapta pesona yakni 7 pesona (Daya tarik) yakni keamanan, keramahan, keindahan, kebersihan, kesejukan, kenyamanan, dan kenangan indah sehingga nilai ekonomis bisa meningkat.
Saudara yang saya cintai,
Sejatinya kesuksesan seseorang tidak akan ada artinya apabila tidak dibantu dan didukung oleh orang lain. Begitu juga dengan kesuksesan Kabupaten Ponorogo akan terwujud apabila didukung penuh oleh partisipasi dan karya-karya yang dihasilkan oleh warga ponorogo sendiri. Untuk itu demi mewujudkan hal tersebut alangkah baiknya sebagai warga yang baik kita saling mendukung upaya-upaya untuk meningkatkan pembangunan dan pelestarian budaya daerah, selain hal tersebut tingkat perekonomian kita juga akan semakin meningkat apabila sector pariwisata yang kita sediakan juga semakin meningkat. Nilai dan jumlah pengunjung juga akan semakin banyak. Apabila terencana secara baik perlahan kita juga turut andil dalam proses peningkatan kesejahteraan warga Indonesia. Seperti halnya acara Festival Reog Nasional XXI kali ini yang kita selenggarakan akan sukses apabila warga Ponorogo khususnya generasi muda ikut berpartisipasi aktif. Proses pengembangan bakat dan minat generasi muda juga akan terwujud dalam acara ini.

Demi kesuksesan terselengaranya acara-acara tersebut marilah kita sebagai warga Ponorogo yang baik mewujudkan dengan cara ikut berpartisipasi aktif dalam acara tersebut, tetap menanamkan nilai-nilai moral kepada generasi penerus bangsa, menyukseskan pembangunan, melestarikan kebudayaan daerah, meningkatkan pereknomian dan pariwisata serta tetap taat pada aturan- aturan agama dan Negara kita bangsa Indonesia.
Saudara-saudara ang berbahagia,
Demikian yang dapat saya sampaikan, selamat mengikut Acara Festival Reog Nasional (FRN) XXI Tahun 2014 dalam rangka Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram (Grebeg Suro).
Akhirnya dengan mengucapkan Bissmillahirrahmanirrahim
Pembukaan Festival Reog Nasional (FRN) XXI Tahun 2014, saya resmikan.
Selamat dan sukses atas Pembukaan Festival Reog Nasional (FRN) XXI Tahun 2014, semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan ridho-Nya kepada kita untuk menjadikan Kabupaten Reog Ponorogo sebagai Kota Kebudayaan dan Pariwisata dan memberikan kekuatan kepada para pelaksana sehingga mereka dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Amin.

Wassalaamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh
Ponorogo, 18 Oktober 2014
                             H. Amin SH.
MANAJEMEN INFORMASI KOMUNIKASI – PR 5
KHOLIFATUL AZIZAH
01211146032