Sabtu, 20 September 2014

Artikel Bebas : Citra dan Cerita

Dalam berkehidupan manusia pasti mempunyai cerita hidup tersendiri, entah cerita baik buruk, senang sedih, suka duka, cerita cinta, sejarah, dll. Dalam suatu cerita pasti terdapat makna, makna tersebut adalah sesuatu yang berarti dan memiliki nilai untuk diingat sendiri mapun diceritakan kepada orang lain.
Bercerita suatu pekerjaan yang sangat mudah dan hampir semua orang melakukan kegiatan bercerita. Namun dalam bercerita kita juga harus memperhatikan apakah yang kita atau orang lain ceritakan tersebut benar/ fakta, fiktif/hiburan, atau bahkan hoax/ tidak dapat dipercaya. Semua hal tersebut kembali lagi kepada masing masing diri seseorang bagaimana cara menyampaikan isi cerita tersebut.
Jika dilihat kebanyakan yang orang lain ceritakan kepada kita ataupun sebaliknya berisi tentang isi hati atau bisa dibilang curhat. Curhat tentang cinta, pekerjaan, keluarga, sahabat, dll. Curhat biasa juga diartikan dengan meluapkan isi hati, uneg-uneg, perasaan, dll. Namun bayangkan saja jika seseorang bercerita akan sesuatu hal yang serba indah, mewah, dan berlebihan, pasti menurut kita hal tersebut sesuatu yang hoax belaka, apalagi kita belum pernah mengetahui bukti kebenaran tentang cerita-cerita tersebut. Bahkan untuk mempercayai sesuatu yang belum tentu ada, mendengarkan pun kita pasti enggan. Hal tersebut bisa dikatakan dengan Bohong bukan ???
Penciptaan image atau citra pribadi, mungkin hal tersebut yang mendorong seseorang untuk bercerita yang berlebihan, bahkan jauh dari kehidupan nyata yang mereka alami. Mengembangkan citra agar di mata orang lain terlihat jauh lebih baik atau sempurna. Nah disini saya tidak bermaksud untuk menghakimi seseorang tapi, sungguh disayangkan jika terkadang mendengar cerita dari orang lain tentang sesuatu hal yang belum bisa dipercaya, dan hal tersebut dilakukan hanya untuk menorehkan citra baik dimata orang lain. Wah apa tidak sayang banget tuh ?? 
Membuat citra diri adalah hal yang sah-sah saja, apabila kita bercerita yang sesuai dengan kenyataan, keadaan, asli dan tidak dibuat-buat. Lain hal apabila kita bercerita yang memberikan kesan bahwa kita sedang pamer atau bohong dengan keadaan justru keadaan akan berbangding terbalik dengan apa yang kita inginkan. Orang lain justru akan semakin risih dengan cerita kita, semakin bosan mendengarkan, dan bahkan tidak mempercayai cerita-cerita yang kita buat.
Seperti kata pepatah MULUTMU HARIMAUMU, bisa diartikan cerita yang keluar dari mulut kita sendiri bahkan bisa jadi boomerang bagi kehidupan kita. Jadi kita sebagai manusia sosial yang dalam berkehidupan selalu berhubungan dengan orang lain dan bercerita tentang kehidupan kita, alangkah baiknya apabila kita berusaha menjadi diri sendiri, berbicara sesuai dengan porsinya, jangan takut kalah dengan orang lain, toh apabila kita mampu atau memperoleh sesuatu penghargaan tidak usah bercerita yang berlebihan pun, orang lain akan mengetahui dengan sendiri nya. Hal tersebut yang justru akan membuat orang lain takjub, kaget dan bangga kepada kita.
Dalam bercerita selain isi cerita yang kita dapatkan dari cerita itu sendiri, ada juga gaya bahasa atau cara bercerita masing-masing orang sangatlah berbeda. Menurut pengamatan saya gaya bahasa dan cara berbicara seseorang bisa menunjukkan bagaimana karakter dan kepribadian dia dalam kehidupan sehari-hari. Semakin orang banyak bercerita, maka karakter orang tersebut bersifat terbuka, ekstrofet, suka bergaul atau bersosial, asik jika diajak bicara, tetapi kadang juga ada yang clometan tidak tahu tempat dan waktu dia berada. Jika seseorang hanya sedikit atau kadang kadang bercerita, orang tersebut dikategorikan sebagai orang yang bercerita jika harus benar-benar ingin bercerita kepada orang lain,dalam keadaan terpaksa atau kepepet meminta bantuan orang lain. Nah yang ketiga tipe pendiam, berkepribadian instrofet, tertutup, tidak atau kurang suka bergaul dan bersosialisasi, bahkan untuk berbagi cerita tentang kehidupannya pun enggan dilakukan, biasanya orang seperti ini jika tidak dipancing atau dipaksa untuk bercerita, mereka tidak ingin mengeluarkan uneg-uneg nya. :)
Kalian tipe yang mana nih ?? Terbuka, sedang,atau tertutup. Semua bebas memilih, asalkan bisa menempatkan sesuai porsi masing-masing.
So, hati hati dalam berbicara, bercerita lah yang baik baik ya guys, jangan takut bercerita, dari bercerita kita bisa membuka jendela dunia, bertukar pikiran dan pengalaman. 
Tulisan-tulisan diatas hanya sekedar pemikiran saya lo, hasil dari pengamatan ataupun sekedar pengalaman. So, jika ada yang kurang sependapat atau kurang berkenan, bebas memilih kok, ini hanya sebatas bahan bacaan, dan hiburan semata. 
Ayo menulis, ini tulisanku, mana tulisanmu...??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar